Selama pemrosesan produk PVC keras, masalah warna juga merupakan masalah umum dan beragam yang relatif sulit diatasi ketika stabilisator berubah dari garam timbal menjadi stabilisator kalsium seng. Manifestasinya meliputi hal-hal berikut:
1. Penggantian stabilisator menyebabkan perubahan warna produk. Setelah stabilisator diganti dari garam timbal menjadi stabilisator kalsium seng, mudah ditemukan bahwa warna produk sering cenderung kehijauan, dan sulit untuk mencapai perubahan warna dari hijau menjadi merah.
2. Warna produk bagian dalam dan luar tidak konsisten setelah menggunakan penstabil kalsium seng. Biasanya, warna bagian luar relatif cerah, sedangkan warna bagian dalam cenderung biru kehijauan dan kekuningan. Situasi ini mudah terjadi pada profil dan pipa.
3. Pergeseran warna produk selama pemrosesan setelah menggunakan stabilisator kalsium seng. Dalam proses penggunaan stabilisator garam timbal untuk memproses produk, mungkin ada beberapa penyimpangan warna antara mesin yang berbeda dan pada waktu yang berbeda dalam mesin yang sama, tetapi kisaran fluktuasinya relatif sempit. Setelah menggunakan stabilisator kalsium seng, fluktuasi ini mungkin menjadi lebih besar, dan dampak fluktuasi kecil pada bahan baku dan proses terhadap corak warna juga mungkin lebih terasa. Penulis secara pribadi telah menemui situasi di mana pelanggan menggunakan stabilisator kalsium seng untuk memproduksi pipa dan fitting, dan perubahan tekanan tidak hanya memengaruhi warna produk, tetapi juga memengaruhi kinerjanya. Perubahan ini jauh lebih sensitif daripada saat menggunakan stabilisator garam timbal.
4. Masalah warna produk selama penyimpanan, pengangkutan, dan penggunaan setelah menggunakan stabilisator ramah lingkungan kalsium seng. Produk PVC keras yang menggunakan stabilisator garam timbal tradisional memiliki perubahan warna yang relatif sedikit selama penyimpanan, pengangkutan, dan penggunaan. Setelah diubah ke stabilisator ramah lingkungan seperti kalsium dan seng, mungkin ada kecenderungan produk berubah menjadi kuning dan biru setelah didiamkan. Beberapa stabilisator dapat menyebabkan produk berubah menjadi merah bila digunakan pada produk dengan kandungan ion besi tinggi dalam bubuk kalsium.
Alasan utama masalah warna di atas adalah struktur stabilisator kalsium seng yang relatif kompleks, dan stabilitas termal pada tahap awal, tengah, dan akhir dicapai melalui koordinasi beberapa bahan baku. Setiap komponen memiliki pengaruh tertentu terhadap warna produk, dan kombinasi beberapa komponen menciptakan berbagai kemungkinan. Pada saat yang sama, tekanan pasar telah menyebabkan beberapa produsen stabilisator secara subjektif menggunakan bahan baku yang tidak sesuai, yang semakin memperburuk kompleksitas masalah. Untuk menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh, tidak hanya perlu menganalisis masalah spesifik, tetapi juga perusahaan pengolahan produk PVC hilir perlu dengan cermat memilih perusahaan berskala besar dan merek yang bereputasi baik.
Perbandingan perbedaan utama: Stabilizer garam timbal telah banyak digunakan karena sifat isolasi listriknya yang sangat baik dan harganya yang rendah, tetapi memiliki masalah dengan toksisitas tinggi dan polusi debu.
Waktu posting: 14 Juni 2025



